← Kembali ke Blog

Agentic Coding: Kenapa Tim Perlu Berhenti Ngoding Manual Berlebihan

2026-02-17 19:10:22

Agentic Coding Bukan Tren, Tapi Cara Kerja yang Lebih Efisien

Pesan dari cuitan ini jelas: jangan terjebak kebiasaan ngoding manual berlebihan ketika tim sudah punya modal alat AI yang kuat. Kalau sudah dibekali plan kolaboratif, pendekatan paling masuk akal adalah agentic coding—delegasikan eksekusi, fokuskan manusia ke keputusan penting.

Apa itu Agentic Coding?

Agentic coding adalah cara kerja ketika AI agent menangani bagian implementasi yang berulang/teknis, sementara developer mengarahkan arsitektur, validasi hasil, dan quality control.

Kenapa Lebih Efisien?

  • Waktu eksekusi lebih cepat untuk boilerplate, refactor, dan iterasi awal.
  • Developer fokus pada hal bernilai tinggi: desain sistem, rule bisnis, keamanan, dan UX.
  • Kolaborasi tim lebih rapi karena pekerjaan bisa diparalelkan lewat task yang jelas.

Yang Perlu Diwaspadai

  • Jangan asal terima output AI tanpa review.
  • Tetap jalankan test, lint, dan code review.
  • Simpan standar coding dan arsitektur tim sebagai sumber kebenaran.

Praktik Paling Masuk Akal

  1. Delegate: serahkan task implementasi yang jelas dan terukur ke agent.
  2. Validate: cek hasil dengan test otomatis + review manusia.
  3. Refine: iterasi cepat berdasarkan feedback nyata, bukan asumsi.

Penutup

Intinya bukan “AI menggantikan developer”, tapi developer yang memimpin AI dengan benar. Tim yang mengadopsi agentic coding secara disiplin biasanya lebih cepat, lebih hemat energi, dan lebih fokus ke outcome bisnis.