OpenClaw Dianggap Overhype? Ini Cara Menilai Otomasi Biar Tidak Boncos Waktu
2026-02-17 19:05:58OpenClaw Overhype? Kritik Kasar Ini Punya Poin Penting
Ada kritik yang bilang banyak orang terlalu sibuk setup OpenClaw sampai waktu yang dipakai untuk mengotomatiskan pekerjaan justru lebih besar daripada manfaatnya. Bahasanya memang keras, tapi inti pesannya relevan: otomasi harus menghasilkan nilai nyata, bukan sekadar terlihat canggih.
Masalah Utama: Automation Theater
Yang sering terjadi bukan otomatisasi kerja, tapi automation theater:
- Sibuk tweaking tools, prompt, integrasi, dan workflow tanpa target bisnis jelas.
- Waktu setup + maintenance lebih besar daripada waktu yang benar-benar dihemat.
- Tidak ada metrik hasil, jadi semua terasa “jalan” padahal output biasa saja.
Kapan Otomasi Jadi Net Negative?
- Terlalu cepat naik level: langsung bangun sistem kompleks tanpa validasi use case kecil.
- Tidak ada baseline: tidak tahu berapa lama proses manual sebelumnya.
- Maintenance cost tinggi: update, error handling, dan perbaikan alur memakan banyak jam kerja.
- Dipakai untuk tugas yang salah: tugas yang sebenarnya selesai lebih cepat jika dikerjakan langsung.
Cara Pakai OpenClaw Supaya Tidak Boncos
- Mulai dari 1 masalah yang berulang (contoh: ringkasan email harian, follow-up rutin, publish konten terjadwal).
- Tetapkan KPI sederhana: hemat waktu per minggu, penurunan error, atau output tambahan.
- Batasi waktu setup (misal 2 jam eksperimen). Jika belum ada hasil, sederhanakan.
- Prioritaskan low-maintenance workflow agar tidak jadi beban operasional baru.
- Review mingguan: fitur yang tidak memberi nilai harus dipangkas, bukan dipelihara karena “sudah terlanjur dibuat”.
Framework Sederhana: Layak Lanjut atau Tidak?
Pakai rumus cepat ini:
ROI Otomasi = (Waktu hemat per bulan × nilai jam kerja) − (waktu setup + waktu maintenance)
Jika hasilnya negatif terus selama beberapa minggu, itu sinyal untuk ubah strategi.
Penutup
OpenClaw bukan masalahnya. Yang menentukan hasil adalah cara implementasi. Kalau dipakai untuk use case yang tepat, dengan target jelas dan evaluasi berkala, otomatisasi bisa sangat menguntungkan. Tapi kalau hanya mengejar hype, memang mudah jatuh ke jebakan net negative.